🌲 Kayu Lokal Indonesia yang Paling Sering Dipakai untuk Rumah
Apa Saja?
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan hutan tropis terbesar di dunia. Berbagai jenis kayu lokal memiliki kualitas tinggi dan sering digunakan sebagai bahan utama rumah kayu.

1. Kayu Jati
Serat indah, warna cokelat keemasan, sangat tahan lama. Kuat, tahan rayap, awet puluhan tahun. Kekurangan jati yauitu harga relatif mahal karena kualitas premium. Jati lebih sering digunakan pada struktur utama, lantai, pintu, dan furnitur rumah kayu.
2. Kayu Ulin (Kayu Besi)
Berat, keras, dan tahan terhadap air serta cuaca ekstrem. Tidak mudah lapuk, cocok untuk daerah lembab atau rawa. Namun kayu ulin Sulit dipotong/diolah, stok terbatas. Biasanya dipakai untuk pondasi, tiang rumah panggung, jembatan, dan dermaga.
3. Kayu Meranti
Warna merah muda hingga cokelat kemerahan, tekstur halus. Harga lebih ekonomis, mudah dibentuk. Kekurangannya terdapat pada daya tahan yang biasa saja, butuh finishing pelindung.
4. Kayu Kamper
Warna cokelat muda, aroma khas yang segar. Ringan, mudah dikerjakan, cukup tahan lama. Kayu Kamper tidak sekuat jati atau ulin, rentan terhadap rayap jika tidak diberi pelapis. Lebih cocok untuk kusen, jendela, pintu, hingga rangka atap.
5. Kayu Bengkirai
Warna kuning kecokelatan, serat lurus, tekstur kasar. Tahan cuaca tropis, kuat menahan beban. Tetapi bisa retak jika terkena panas ekstrem, butuh perawatan rutin. Lebih sering ditemukan sebagai lantai outdoor, decking, rangka atap, dan tiang rumah.
✅ Kesimpulan
Setiap jenis kayu lokal Indonesia punya karakter dan keunggulannya sendiri. Kayu jati dan ulin unggul dalam kekuatan dan daya tahan, sedangkan meranti, kamper, dan bengkirai lebih ekonomis namun tetap cocok untuk rumah kayu. Pemilihan kayu yang tepat akan menentukan keindahan sekaligus usia pakai rumah kayu Anda.
